Sekjen YMFNP; Masyarakat Semakin Jauh Dari Sila ke Tiga Pancasila

Sekjen YMFNP; Masyarakat Semakin Jauh Dari Sila ke Tiga Pancasila

NUSANTARATIMES – Dewasa ini persoalan bangsa terus menerus ada, bukan hanya masalah ekonomi, politik, hukum dan sebagainya, bahkan persoalan sosial bermasyarakat juga semakin runcing saja di tengah-tengah momentum tahun politik seperti saat ini. Sesama warga Indonesia saling “sikut” karena persoalan perbedaan pandangan politik.

Situasi pilu semacam ini pun mendapatkan sorotan serius dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Youth Movement For National Peace, Abdullah Kelrey. Ia mengaku sangat sedih melihat kondisi bangsa saat ini yang semakin lama semakin terpecah-belah. Apalagi hanya persoalan hastag #2019GantiPresiden dengan masyarakat yang pro terhadap Jokowi saling bully dan saling serang antar satu dengan lainnya.

“Saya miris melihat kondisi bangsa saat ini, dimana situasi politik akhir-akhir ini saya kok merasa kehidupan di masyarakat semakin jauh dari sila ke tiga yang terkandung dalam pancasila, yakni Persatuan Indonesia,” kata Kelrey kepada wartawan, Kamis (3/5/2018).

Ia memandang bahwa politik saat ini yang seharusnya jadi alat uang mulia untuk menyelesaikan persoalan bangsa dan negara justru dilakukan dengan cara-cara yang kotor.

“Ini terjadi karena politik yang diciptakan dengan cara-cara kotor yang menimbulkan kriminalitas dan ujung-ujungnya merusak perdamaian, persatuan dan kesatuan di bangsa ini,” tuturnya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia siapapun itu termasuk pejabat dan elite politik yang masih hidup untuk mementingkan kepentingan bersama dibandingkan mementingkan kelompok masing-masing. Ia menilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang sudah terlajin begitu apik warisan para founding fathers sangat mahal harganya.

“Boleh berpolitik tapi jangan merusak perdamaian di bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. Politik sehat itu tidak saling menghakimi lawan politiknya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kelrey juga mengimbau kepada generasi muda Indonesia untuk ikut terlibat aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Salah satunya adalah tidak mengikuti contoh-contoh dan ajakan para senior mereka yang sudah terjun di ranah politik dan memiliki mental politisi busuk.

“Sebagai pemuda mari kita menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan. Jangan ikut-ikutan senior atau politisi busuk yang merusak perdamaian dan persatuan kita,” tambah Kelrey.