PB HMI Mengutuk Keras Aksi Terorisme di SBY

PB HMI Mengutuk Keras Aksi Terorisme di SBY

NUSANTARATIMES – Akbar Hunubun (Ketua Bidang Pemberdayaan Umat PB HMI) turut berduka cita yang mendalam atas korban jiwa dan luka atas insiden teror yang terjadi pagi tadi di surabaya.

Ketua Bidang PU PB HMI mengecam keras serta mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Santa Maria dan Gereja Pantekosta yang letaknya tepat dipusat kota surabaya pagi hari tadi. Ujar Akbar dalam, pesan elektroniknya,Minggu,(13/05)

Teror terhadap kemanusiaan dan fasilitas rumah ibadah merupakan satu kejahatan yang sangat tidak terpuji dan tidak dapat ditolerir sedikitpun. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat dalam mengungkap motiv dan pelaku-pelaku sebenarnya yang merupakan otak dan jaringan dibalik penyerangan tersebut. Tuturnya

“PB HMI mendesak kepada presiden agar tidak hanya diam melihat persoalan2 yang melanda bangsa ini.Khususnya terkait aksi teror yang terjadi belakangan ini.”

Insiden kerusuhan di Mako Brimob beberapa hari lalu dan teror bom di gereja surabaya adalah potret bahwa ada yang salah dengan institusi keamanan kita dalam menjalankan tupoksinya. ancaman terhadap keamanan warga negara dan stabilitas keamanan negara semakin nyata di depan mata kita. oleh karenanya Presiden harus secepatnya mengevaluasi instrument negera yang bertanggangjawab atas insiden ini, terutama adalah Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) RI dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

Dua insiden teror dalam pekan ini adalah potret lemahnya institusi badan intelijen kita, Baik BIN maupun Polri sebagai penanggungjawab Kamtibmas serta BNPT dalam melakukan deteksi dini terhadap ancaman yang terjadi.

Ketiga institusi tersebut, secepatnya harus dievaluasi kinerjanya. agar kedepan lebih cepat dalam melakukakan deteksi dini dan antisipasi atas potensi ancaman yang terjadi. Hal ini penting dilakukan secepatnya mengingat pelaksanaan pilkada serentak 27 juni tinggal sebentar lagi, spektrum ancamannya tentu lebih luas lagi. Ujarnya lagi

Terakhir, HMI menghimbau kepada seluruh eleman bangsa, Masyarakat indonesia untuk tetap tenang dan saling menjaga Kerukunan antar umat beragama sebagai wujud dari pengamalan pancasila dan bhineka tunggal ika. Tuturnya. (br/adm)