Banteng Indonesia Dukung Presiden Terbitkan Perppu Anti Terorisme

Banteng Indonesia Dukung Presiden Terbitkan Perppu Anti Terorisme

Jakarta – DPP Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa (Banteng Indonesia) menyampaikan duka yang mendalam atas serangkaian peristiwa aksi terorisme. Dalam waktu yang relatif singkat diawali kerusuhan di Mako Brimob yg menyebabkan meninggalnya 5 orang anggota polisi secara biadab yang dilakukan napi terorisme. Kemudian terjadi penyerangan bom bunuh diri di sejumlah gereja di Surabaya, rusun di Sidoarjo serta aksi penyerangan kembali di Polresta Surabaya.

“Jika melihat modus atas rentetan peristiwa yang terjadi maka jelas ini dilakukan oleh jaringan kelompok terorganisir dan militan. Kami menyesalkan kejadian teror bom ini masih terus terjadi berulang-ulang seakan memberi kesan seolah negara tak berdaya menghadapi kelompok-kelompok radikal dan teroris ini,”

Banteng Indonesia mengajak seluruh anak bangsa untuk secara jernih melihat peristiwa aksi terorisme ini dalam persfektif kemanusiaan. Karena sesungguhnya tak satupun nilai-nilai agama yang membenarkan aksi terorisme. Terorisme adalah musuh kemanusiaan.

Dalam Hindu tiga kerangka yang menjadi landasan pemahaman theologi dan humanisme terdiri dari 1). Tattwa/Filsafat; 2). Susila/Etika/Norma; 3).Upakara/Upacara/Ritual.

Filosofi dari nilai-nilai Hindu seperti Tat Twam Asi (aku adalah kamu, dan kamu adalah aku), Ahimsa (tanpa kekerasan/tidak menyakiti) serta ajakan untuk menghormati, mengasihi sesama manusia ciptaan Tuhan (Tri Hita Karena).

Di dalam Atharwa Veda juga disebutkan bahwa surga diyakini merupakan pahala dari perbuatan baik.

Pandangan keIslaman Bung Karno bahwa Islam sesungguhnya adalah rasional, humanis dan toleran.

Umat Islam harusnya memahami Islam sebagai rahmatan lil’ alamin bukan memaknai jihad dengan mengkafirkan non Islam. Anjuran untuk lita arafu, saling berbuat kebajkan bagi sesama anak bangsa meskipun berbeda agama adalah tanggung jawab kita sebagai anak bangsa.

Dalam ajaran Kristus disebutkan: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamu manusia seperti dirimu sendiri. Dalam sloka ajaran Buddha menyebutkan Sabbe Satta Bhavantu Sukhittata, Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Berangkat dari pemahaman ini maka harusnya semua agama tentunya memiliki kesamaan atas prinsip keEsaan Tuhan, menghormati ciptaanNya dan persembahan serta penyerahan diri melalui peringatan/perayaan hari-hari besar keagamaan secara merdeka sebagaimana dijamin ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945.

Oleh karena itu diluar nalar akal sehat, kenapa ada yang intoleran dengan perbedaan? Mengapa ada pihak yang tidak menerima kebebasan beragama dan berkeyakinan? Mengapa masih ada kelompok yang memaksakan diri ingin mendirikan Khilafah?

Dalam menyikapi masih maraknya aksi terorisme di Indonesia maka Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa (Banteng Indonesia) berpandangan:

1) Kebhinnekaan telah menjadi anugerah yang tidak bisa kita tolak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara terlebih dalam pergaulan antar bangsa. Potret kebhinnekaan itu sendiri sesungguhnya terjadi di semua agama dengan ragam corak alirannya.

2) Tokoh-tokoh agama memiliki kewajiban memberikan kesadaran permanen kepada masyarakat Indonesia tentang hak kebebasan beragama dan berkepercayaan sebagai Hak Asasi Manusia yang tidak boleh dikurangi sedikit pun (non derogable).

3) Mendukung reformasi Badan Intelijen Negara (BIN) yang bertugas paling depan dalam melakukan fungsi preventif dalam menjaga keamanan nasional dan melindungi hak hidup rakyat.

4) Mendorong partisipasi aktif tokoh masyarakat dalam memberikan pemahaman wawasan kebangsaan sehingga upaya deradikalisasi dapat dilakukan melalui pendekatan kultural yang berbasis keagamaan dan kemasyarakatan.

5) Mendukung Pemerintahan Jokowi – JK untuk segera menerbitkan Perppu Anti Terorisme sebagai payung hukum dalam menidak tegas pelaku kejahatan kemanusiaan, terorisme sebagai tanggungjawab negara melindungi segenap tumpah darah Indonesia dari ancaman aksi radikalisme dan terorisme.

I Ketut Guna Artha : Ketua Umum DPP Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa (Banteng Indonesia)