Modus Penipuan dan Penggelapan Logam Mulia Dilakukan Ex Pegawai Antam

Modus Penipuan dan Penggelapan Logam Mulia Dilakukan Ex Pegawai Antam

#Pelaku

NUSANTARATIMES – Dengan memiliki modal percaya dengan teman yang dikenal sudah lama Bayu Auguste Bartholdi (Korban) menanamkan Investasi Logam Mulianya kepada Rahmi Miranti Darariski (Pelaku) yang mengaku bekerja di PT. ANTAM.

Awal mula kejadian ini adalah sekitar bulan Februari 2016 dimana saat itu Pelaku menawarkan Logam Mulia Bersertifikat ANTAM (LM ANTAM) kepada Korban, karena ketertarikannya Korban juga menawarkan kembali kepada teman-teman Korban untuk membeli LM ANTAM dari Pelaku, karena menurut pengakuan Pelaku bila membeli LM ANTAM dari Pelaku harga yang ditawarkan bisa dibawah harga pada umumnya, karena menggunakan harga discount khusus pegawai ANTAM serta menerima cicilan sebanyak 3 (tiga) kali pembayaran.

Kemudian atas dasar percaya tersebut Korban menawarkan kepada teman-teman Korban untuk berinvestasi LM ANTAM dengan total jumlah keseluruhan Korban sebanyak 9 orang.

Cara Pelaku menawarkan LM ANTAM sangatlah lihai salah satu caranya adalah selalu memberikan discount-discount yang menggoda serta menawarkan sistem buyback. Hal tersebut dilakukannya karena menurut pengakuan dari Pelaku begitu banyak orang-orang yang order sampai Pelaku juga kesulitan dalam melakukan pengiriman, sehingga akhirnya sistem buyback yang ditawarkan oleh Pelaku terjadi yang dimana ketika LM ANTAM keluar maka Pelaku langsung menjual dengan harga buyback dan hasil buyback tersebut langsung digunakan untuk memesan emas kembali yang selisih dari penjualan tersebut ditransfer langsung kepada pemesan. Ujar, salag satu korban lewat pesan elektroniknya di terima nusantaratimes.com Rabu (30/05)

Selanjutnya atas tawaran-tawaran yang menggiuarkan dari Pelaku, maka Korban melakukan transaksi kembali namun janji-janji yang diberikan oleh Pelaku tidak dilakukan, dimana LM ANTAM yang dipesan oleh Korban tidak dikirim dan gain buyback tidak ditransfer oleh Pelaku, dengan alasan “bulan puasa jam kerja pendek”.

Karena alasan yang dirasa Korban sangat mengada-ada dan tidak jelas, maka Korban dan Pratita (salah satu korban) melakukan pengecekan ke kantor PT. ANTAM terhadap alasan yang diberikan oleh Pelaku. Adapun hasil yang diperoleh adalah tidak ada discount khusus untuk pegawai ANTAM dengan kata lain mekanisme bisnis yang ditawarkan oleh Pelaku adalah PALSU dan tidak benar adanya, dan ternyata Pelaku juga sudah tidak bekerja lagi di PT. ANTAM sejak November 2015.

Atas dasar tersebut maka pada tanggal 22 Juli 2016 Korban beserta korban lainnya (Para Korban) mendatangani rumah Pelaku yang beralamat di Jalan Olahraga IV, No.1, RT.008/RW.008, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, dalam pertemuan tersebut Para Korban menanyakan pertanggungjawaban atas permasalahan ini, sehingga dibuatlah Surat Perjanjian yang intinya adalah Para Korban telah mengeluarkan sejumlah uang kepada Pelaku untuk pembelian LM ANTAM sebesar 3.015 (tiga ribu lima belas) gram, akan tetapi Pelaku tidak pernah menyerahkan LM ANTAM tersebut kepada Para Korban.

Oleh karena batas waktu yang telah diberikan telah dilewati dan Pelaku juga tidak bisa mempertanggungjawabkan permasalahan ini, maka Para Korban menunjuk M. Halim Latuconsina, S.H., Hari Satrio Rubiono, S.H., dan Andika Guntar Tila, S.H., yang kesemua nya dari Kantor Hukum Latuconsina with Satrio & Partners Law Firm (LAWS&P) untuk mengurus permasalahan ini di kepolisian.

Bahwa atas peristiwa yang telah dijelaskan di atas, maka pada tanggal 27 Oktober 2016, M. Halim Latuconsina, S.H., melaporkan peristiwa ini ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana Penipuan dan Penggelapan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP yang dilakukan oleh Rahmi Miranti Darariski, dengan Laporan Polisi Nomor LP/5236/X/2016/PMJ/Direskrimum, dengan total keseluruhan kerugian sebesar Rp.1.718.385.000,- (satu milyar tujuh ratus delapan belas ribu tiga ratus delapan puluh lima Rupiah).

Hingga saat berita ini dibuat Perkara ditangani oleh Unit 3 Subdit 3 / Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya.

Catatan :
An.
PARA KORBAN KASUS PENIPUAN DAN PENGGELAPAN LOGAM MULIA YANG DILAKUKAN OLEH RAHMI MD