Barak PKPI Minta Hasyim Asyari di Pecat

Barak PKPI Minta Hasyim Asyari di Pecat

JAKARTA – Pimpinan Nasional Barisan Kepemudaan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (Barak PKPI), Kelrey mengatakan bahwa komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asyari perlu dievaluasi terkait dengan sikapnya yang mencoba untuk menggagalkan PKPI sebagai partai peserta pemilu 2019, sekalipun sudah memenangkan gugatan di Pengadilan Tata Usana Negara (PTUN) Jakarta.

Apalagi kini Hasyim Asyari sedang diproses hukum di Mapolda Metro Jaya setelah dilaporkan oleh pihak PKPI terkait dengan kasus upaya pengajuan PK (peninjauan kembali -red) putusan PTUN ke Mahkamah Agung (MA). Kelrey meminta agar aparat penegak hukum menindak siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

“Kami mendesak kepada Polda Metro Jaya agar serius menanggani kasus tesebut,” kata Kelrey dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Jumat (1/6/2018).

Selain meminta penegakan hukum kepada Polda Metro Jaya, Kelrey juga mendorong agar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk mengusut secara tuntas motif yang dilakukan Hasyim Asyari. Kelrey menduga kuat bahwa sikap Hasyim Asyari yang pernah mencoba mengajukan PK walaupun sempat dibatalkan setelah mendapatkan perlawanan tersebut ada pihak yang berafiliasi dengannya.

“Kalau seperti Hasyim itu ya patut diduga kuat punya afiliasi dengan kelompok tertentu,” tuturnya.

Sikap yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang petinggi lembaga penyelenggara pemilu tersebut seharusnya tidak terjadi. Apalagi nuansa politik rentan terpicu gesekan yang membuat persatuan dan kesatuan bangsa tergores. Sikap bijak dan hati-hati menjadi pokok penting menurut Kelrey dalam mengurus lembaga sekelas KPU itu.

“DKPP segera evaluasi Hasyim Asyari dan kalau bisa Hasyim dipecat saja dari KPU RI. Karena KPU itu tempatnya orang yang berfikir sehat, tidak punya kepentingan politik dan tulus kerja buat negara,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa PKPI melaporkan Hasyim Asyari ke Mapolda Metro Jaya terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh komisioner KPU tersebut yang mencoba melakukan PK ke MA terkait dengan putusan PTUN Jakarta. Dalam amar putusan PTUN, hakim mengabulkan gugatan PKPI yang saat itu dipimpin oleh AM Hendropriyono dan memerintahkan KPU segera meloloskan dengan memberikan nomor urut kepada PKPI.

Sayangnya, sikap KPU tersebut justru sempat diciderai oleh Hasyim Asyari yang justru sempat mengambil langkah hukum dengan mengajukan PK ke MA. Sementara dalam regulasi yang ada, hasil putusan PTUN tidak bisa dilakukan gugatan PK ke Mahkamah Agung. Kondisi inilah yang sempat membuat PKPI resah sehingga muncul dorongan untuk melaporkan Hasyim Asyari ke Mapolda Metro Jaya dengan Laporan PKPI ke polisi. Laporan PKPI tersebut tercatat dengan nomor TBL/2088/IV/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 16 April 2018.