Panwas Dairi Harus Panggil Bupati yang Diduga Bagi-Bagi Uang di Pilkada

Panwas Dairi Harus Panggil Bupati yang Diduga Bagi-Bagi Uang di Pilkada

Animasi Koruptor (Kompasiana.com)

NUSANTARATIMES – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018 tercoreng akibat dugaan terjadinya praktik money politic (bagi-bagi uang) yang dilakukan Bupati Dairi, Sumatra Utara (Sumut), Johnny Sitohang (JS), di sejumlah desa di Kabupaten Dairi, Kamis (21/6/2018).

Akibat perbuatannya, JS yang tak lain adalah ayah dari Calon Bupati Dairi Depriwanto Sitohang (DS) sempat dihadang warga Parongil, kecamatan Silima Pungga Pungga, Kabupaten Dairi, Kamis (21/6/2018).

Kondisi memanas itu baru mereda setelah sang bupati dapat dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIB dengan iring-iringan sejumlah mobil bermerek OKP dan Brimob yang tiba di Siboras, kecamatan Silima Pungga-Pungga. Bahkan, di tengah insiden tersebut, sempat terdengar dua kali letusan seperti suara senjata api di Simpang jalan Ampi Parongil.

Terkait hal itu, Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan insiden memalukan tersebut merupakan dampak dari adanya dinasti politik di wilayah Kabupaten Dairi, Sumut.

“Di mana ada dinasti politik, di situ pula ada pusaran tindak korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Insiden di Dairi telah mencoreng Pilkada 2018. Untuk itu, Panwas harus segera memanggil Bupati Dairi untuk dimintai keterangannya terkait dugaan money politic,” ujar Uchok di Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Menurut Ucho, dinasti politik yang terjadi di sejumlah daerah, jika dibiarkan, sangat membahayakan. Begitupun yang terjadi di Kabupaten Dairi, Sumut.

“Dinasti politik selalu beririsan dengan korupsi. Salah satunya adalah praktek money politik di Pilada. Ini yang patut diwaspadai bersama. Apalagi diketahui, Depriwanto Sitohang, menjadi calon bupati Dairi untuk menggantikan bapaknya. Masyarakat harus lebih cerdas dalam menentukan sikapnya. Jangan biarkan dinasti politik merajalela,” tegas Uchok.

Peristiwa ini diketahui publik setelah salah seorang warga Dairi, Canon Sitorus dipanggil Kasat Intelkam Polres Dairi dan ditanyakan sejumlah hal berkaitan kejadian tersebut. “Saya dipanggil Pak Kasat Intel Polres Dairi dan seorang polisi mengetik beberapa jawaban saya. Saya tidak tahu apakah itu BAP (Berita Acara Pemeriksaan) atau tidak. Yang jelas saya ditanya dan ada saya lihat polisi mengetik jawaban saya,” ungkap Canon.

Berkaitan dengan peristiwa hingga sejumlah brimob dan mobil OKP datang ke Silima Pungga Pungga, Canon menguraikan sesuai pengakuannya kepada Kasat Intelkam bahwa dirinya dengan menggunakan sepeda motor mencoba mengejar mobil BK 730 yang ditumpangi Bupati Dairi Johnny Sitohang diduga mendatangi sejumlah desa sekaitan dengan infromasi adanya bagi-bagi uang.

“Sore harinya saya dapat laporan kalau di Lae Penginuman, ada orang membagikan uang kepada warga. Saya kejar namun saya tidak bertemu. Selanjutnya saya kejar ke Lae Ambat karena disebut mobil berwarna hitam itu menuju ke sana. Namun baru meninggalkan lokasi. Kemudian saya kejar kembali ke Uruk belin namun tidak bertemu. Tepat di desa Siboras persis di depan kantor kepala desa saya langsung masuk ke rumah,” ulas Canon.

Menurut Canon, dari pintu dirinya melihat ada pertemuan dan membagikan uang. Canon langsung berteriak, di mana saat itu ada dua orang mantan kades RM dan AM yang langsung mengancam dirinya agar tidak membuat keributan.

“Saya katakan coba saja, tidak ada yang saya takutkan. Dan akhirnya saya diminta untuk meninggalkan rumah di mana bupati berada. Tak lama kemudian warga berkumpul dan situasi semakin ramai. Namun, saya kurang tahu perkembangannya kenapa begitu banyak warga yang datang,” jelas Canon.

Kejadian berikutnya, lanjut Canon, berdatangan sejumlah mobil OKP dan Brimob. Akhirnya, Bupati JS bisa keluar dari rumah di mana warga berkumpul. “Aneh juga standar operasional kepala daerah, harusnya kan dikawal Satpol PP. Ini dikawal OKP, berarti ada sesuatu yang aneh ini,” tegas Canon.

Sementara, berkaitan dengan kejadian tadi malam, Polres Dairi belum memberikan keterangan akan apa yang terjadi. Ketika hal ini dikonfrimasi kepada Polres Dairi, Jumat (22/6/2018).

Menariknya, video ramainya warga Parongil, Silima Pungga berteriak saat iring-iringan mobil Bupati dan brimob lewat sempat diunggah di media sosial. Video itu akhinrya menjadi viral di media sosial sejak tadi malam hingga hari ini.

Sejumlah tanggapan pro dan kontra dari warganet masih terus terjadi. Rasa penasaran dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi terus menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Sementara itu, seorang warga Dairi, Sumut, Sahala Banurea melaporkan Nitawati Sitohang, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Kadis Kesehatan Pemkab) Dairi, yang tak lain juga anak dari Bupati Dairi JS.

Nitawati dilaporkan karena diduga mengumpulkan jajarannya para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Dairi untuk kepentingan memenangkan saudara kandungnya, DS, di Pilkada Dairi.(red/nuta)