Diduga Bermasalah, Kompas Maluku Utara Desak BUMN Copot Direktur PT. Antam

Diduga Bermasalah, Kompas Maluku Utara Desak BUMN Copot Direktur PT. Antam

Gambar Kreatif (Depositphotos)

NUSANTARATIMES – PT. Aneka Tambang (ANTAM) persero merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terfokus pada pemanfaatan sumber daya pertambangan bumi Indonesia.

Usaha Petambangan milik negara yang di dirikan pada tahun 1968 itu mulanya menjadi harapan negara untuk pemanfaatan potensi alam bumi Indonesia untuk membantu negara dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

Namun, seiring berjalannya operasi pemanfaatan hasil bumi indonesia, PT. Antam Persero memiliki sejumlah persoalan yang sampai saat ini masih terbengkalai dan berpotensi salah di manfaatkan untuk kepentingan perorangan tertentu. Ujar Cak Faris, lewat pesan elektroniknya, Rabu, (26/06).

Salah satu persoalan yang sampai saat ini masih menjadi pertanyaan mendasar adalah terkait perencanaan dan pemanfaatan pekerjaan pembangunan dan pengadaan Crane di pulau pakal tidak memadai sehingga pembangunan workshop senilai Rp, 5.711.200.000.00 mengalami kerusakan pada masa pemeliharaan, senilai 547.800.000.00 belum terselesaikan hingga saat ini.Ujanya lagi

Selain itu, bahkan dalam perencanaan pekerjaan pembangunan workshop dan Office dianggap tidak memadai sehingga pembangunan Fisik tidak perjalan maksimal,dikarenakan PT. Feni Haltim belum mengenakan denda keterlambatan kepada kontraktor nindya Karya Perkasa senilai Rp. 2.984.575.000.00. Ungkap Cak Faris sebagaimana dalam pesannya

“Secara spesifik pengawasan dan kebijakan proyeksi pembangunan workshop dan Office merupakan tanggung jawab PT. Aneka Tambang.”

Namun hingga saat ini prsoalan tersebut tidak pernah di lakukan penyelesaian oleh PT. Aneka Tambang. Katanya

Maka kami perlu mencurigai adanya konspirasi (MAFIA TAMBANG) di balik pekerjaan Pembaangunan workshop dan Office serta pengadaan Crane di Pulau Pakal dan PT Feni Haltim Provinsi Maluku Utara. Olehnya itu selaku pimpinan (Direktur) PT.Aneka Tambang seharusnya membijaki kejanggalan tersebut. Namun justru sebaliknya. Tukas Cak Faris.

Adapun Tuntutan yang di sampaikan sebagai berikut : Komite Pemuda dan Mahasiswa Maluku Utara (KOMPAS MALUT).

MENDESAK :

1. Mendesak Kepada BUMN untuk Memecat Pimpinan (Direktur) PT. Aneka Tambang, karena di anggap lalai dalam proses pengawasan Konstruksi Pembaangunan workshop dan Office serta pengadaan Crane di Pulau Pakal PT. Feni Haltim Buli Provinsi Maluku Utara.

2. Mendesak KPK Untuk segera Memanggil dan Memeriksa Pimpinan PT. Aneka Tambang yang diduga terlibat dalam mafia Pembangunan workshop dan Office serta pengadaan Crane di Pulau Pakal PT. Feni Haltim Buli Provinsi Maluku Utara.