Aksi Demonstrasi 67 Dinilai Tidak Menghormati Da’i dan Ulama

Aksi Demonstrasi 67 Dinilai Tidak Menghormati Da’i dan Ulama

NUSANTARATIMES – Aliansi Peduli Ulama Indonesia bersama dengan Front Penegakan Keadilan Sosial (FPKS) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Metro Jaya, Balaikota DKI Jakarta dan Hotel Grand Cempaka di Cempaka Putih.

Aksi tersebut bertujuan untuk menyampaikan penolakannya terhadap aksi 67 yang digelar oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA212) di Bareskrim Mabes Polri dan Kementerian Dalam Negeri. Apalagi di hari yang sama, justru ada agenda penting pertemuan ulama seluruh Indonesia yang juga dihadiri oleh ulama-ulama negara tetangga.

“Apabila aksi demonstrasi 67 tetap dilakukan maka mereka tidak menghormati para Da’i dan ulama yang sedang menggelar pertemuan di Jakarta,” kata koordinator aksi, Ustadz Dullah ketika menggelar konferensi persnya di Hotel Ibis, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).

Ia pun ingin menyampaikan kepada para ulama yang menggelar pertemuan dalam “Pertemuan Dai dan Ulama Internasional” tersebut, agar mereka memberikan evaluasi dan penilaian terhadap aktor-aktor ormas Islam yang melabeli mereka sebagai ulama, namun dinilai Ustadz Dullah malah rajin melakukan provokasi dan kegaduhan di kalangan ummat Islam itu.

“Kami tidak ingin ulama dunia memberikan label atau cap ulama (Indonesia) tukang demo. Apalagi Ketua MUI KH Maruf Amin sendiri selalu menekankan tidak sepakat dengan demo-demo dijalanan karena justru memicu kegaduhan. Dan disarankan untuk menyalurkan pada mekanisme yang ada tanpa perlu pengerahan massa,” terangnya.