SEKJEN “V” Indonesia; Reaksi SBY Terlalu Lebai

SEKJEN “V” Indonesia; Reaksi SBY Terlalu Lebai

39
Gambar - SBY [Sulselsatu.com]

NUSANTARATIMES – Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah kejahatan terhadap Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI). Ada hal yang menarik pada Sidang kasus korupsi e-KTP.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima orang saksi pada Kamis, (25/01) lalu, untuk memberikan keterangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Saksi tersebut adalah Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemendagri, Irman; Pejabat Pembuat Komitmen di Lingkungan Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Sugiharto;

Kemudian ada Wakil Ketua Banggar DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, sekaligus komisi 1, Mirwan Amir; dan Yusnan Solihin, kader Partai Gerindra.

Saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim, Mirwan Amir ditanya oleh Firman Wijaya Pengacara Setya Novanto, apakah proyek e-KTP ada kaitannya dengan pemenangan pemilu tahun 2009. Mirwan menyebut proyek e-KTP merupakan program dari pemerintahan.

“Apa proyek e-KTP ada kaitannya pemenangan pemilu 2009?,” tanya Firman. “Memang itu program dari pemerintahan,” jawab Mirwan. “Waktu itu (pemerintahan) siapa?,” tanya Firman. “Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Mirwan. (Sumber – idntimes.com)

REAKSI SBY

Lebih menarik lagi adalah, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menepis tuduhan Mirwan Amir dan Firman Wijaya terkait keterlibatannya dalam proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). SBY menegaskan, dirinya tidak pernah meminta agar program e-KTP dihentikan.

“Terhadap penjelasan baik Mirwan Amir dan Firman Wijaya yang biasnya ke mana-mana, masuk media, dipergunjingkan, sama sekali tidak benar. Ada tuduhan saya dilapori, ada masalah besar dan harus dihentikan juga tidak benar,” kata SBY di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2).

SBY yang juga Presiden ke-6 RI bertanya-tanya maksud fitnah dari Mirwan dan Firman. “Lantas ada apa dengan semuanya ini? Ini skenario siapa? Konspirasi model apa seperti ini? Di tahun politik, tahun menjelang Pemilu 2019, ini lah yang harus kita ungkap,” ujarnya.

Mengungkap aktor di balik tudingan, dinilai SBY sebagai suatu jihad. “Jihad untuk mendapatkan keadilan di negeri yang sangat saya cintai ini. Mungkin panjang, tapi akan saya tempuh sampai kapan pun juga,” tegasnya.

Sebelum persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan menghadirkan Mirwan sebagai saksi, menurut SBY, ada pertemuan sejumlah orang. Pertemuan ini, disinyalir menjadi cikal bakal munculnya fitnah atas SBY. (Sumber – beritasatu.com)

Hal tersebut di tanggapi SEKJEN “V” Indonesia,ia mengatakan bahwa, reaksi Mantan Presiden RI terlalu lebai, sebenarnya SBY harus membantu membongkar kasus tersebut, bukan malah buat blunder atau merasa terpojokkan, di fitnah dan lain sebagainya.

Diakhir , SEKJEN “V” Indonesia, mendukung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk segera memanggil Mantan Presiden Republik Indonesia dalam hal ini Pak SBY dan mendukung SBY segera membongkar kasus tersebut.

Catatan :

1. SBY Jangan panik
2. SBY Jangan lebai
3. Jika merasa mencintai NKRI dukung KPK bongkar kasus tersebut.