Diduga Korupsi, Mahasiswa Desak KPK Tangkap AHM

Diduga Korupsi, Mahasiswa Desak KPK Tangkap AHM

NUSANTARATIMES – Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan Komite Pemuda dan Mahasiswa Maluku Utara (Kompas Malut) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam kegiatannya itu, mereka mendesak agar kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Maluku Utara terpilih Ahmad Hidayat Mus diungkap.

Koordinator Kompas Malut, Fahris mengatakan bahwa saat ini mulai terungkap dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Ahmad Hidayat Mus saat ia menjabat sebagai Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

“Tercatat sejumlah proyek yang menggunakan anggaran APBD seperti pembangunan kantor Bupati di Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara menggunakan anggaran APBD-APBN sebesar Rp125 Miliar, proyek ini diduga markup,” kata Fahris di Gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (10/7).

Selanjutnya, kata Fahris, proyek pembagunan infrasuruktur jalan (lapen) sepanjang 150 kilometer di Pulau Mangole proyek multiyears dikerjakan melalui penunjukan langsung AHM kepada PT. Mega Buana Mangole senilai Rp167.223.000.000.

“Keterlibatan AHM (Ahmad Hidayat Mus) pada kasus korupsi tergolong luar biasa. Bahkan dibeberapa kasus penegak hukum dianggap tidak mampu menghadapinya, karena tidak dapat menjeratnya. Kasus dugaan korupsi pengerjaan ruas jalan Pohea-Malbufa (HRS) senilai Rp7.020.698.000 yang dikerjakan PT Mandiri Wahana Lestari diduga fiktif,” paparnya.

Kemudian dugaan korupsi Anggaran Pembangunan Mesjid Raya Sula (Sanana) senilai Rp.23.5 Miliar berlangsung sangat dramatis. Bahkan dugaan keterlibatan tindak pidana korupsi bukan hanya melibatkan AHM namun menyeret Zainal Mus adik kandung AHM yang kini menjabat Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), pada kasus lahan bandara Bobong senilai 4,3 miliar, selanjutnya adik kandung AHM yakni Aliung Mus sebagai Bupati Taliabu di duga terlibat kasus Dana Desa (DD) Pulau Taliabu senilai 4,3 miliar.

“Kami meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi KPK-RI untuk mengusut kasus yang menjerat Ahmad Hidayat Mus (AHM), dan menegakkan hukum dengan seadil-adilnya,” pungkasnya.

Sebelum itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil calon gubernur Maluku Utara, Ahmad Hidayat Mus dalam penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Bandara Bobong, Kabupaten Sula tahun anggaran 2009 pada Senin (2/7) lalu.

Mantan Bupati Kepulauan Sula itu bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Zainal Mus, yang kini menjabat sebagai Bupati Banggai Kepulauan. Ahmad Hidayat Mus dan Zainal Mus sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi ini.

“Ahmad Hidayat Mus akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ZM (Zainal Mus),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.[]