Sosialisasi 4 Pilar Ala #2019GantiPresiden, Diduga Gelapkan Transportasi Peserta

Sosialisasi 4 Pilar Ala #2019GantiPresiden, Diduga Gelapkan Transportasi Peserta

NUSANTARATIMES – Salah seorang peserta sosialisasi empat pilar MPR dengan tema “Pemimpin yang kita cita-citakan sesuai dengan amanat UUD 45” merasa ditipu lantaran janji dana akomodasi bagi peserta tidak sesuai dengan ketentuan awal, dimana mereka dijanjikan uang Rp110 ribu saat melakukan registrasi, ternyata mereka hanya terima Rp50 ribu saja di dalam amplop.

“Per peserta sosialisasi empat pilar #2019GantiPresiden tadi setiap peserta mendapatkan akomodasi. Di absensi awal ditulis Rp110 ribu, pad dibagiin (amplopnya) taunya cuma Rp50 ribu,” kata salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya itu, Selasa (10/7).

Ia menilai kegiatan tersebut hanya cuap-cuap belaka, ternyata dalam praktiknya pun tidak bisa diterapkan, salah satunya soal transparansi akomodasi peserta.

“Di dalam ngomongnya kan besar-besar itu soal kriteria pemimpin dan sebagainya, praktiknya peserta aja dana akomodasinya disunat, gak ada bedanya sih dengan pasukan nasi bungkus yang sering mereka olok-olokkan ke kelompok lain,” tuturnya.

Peserta tersebut tak ingin mempermasalahkan nominal dana akomodasi yang diterimanya itu. Ada atau tidak adanya uang akomodasi, ia lebih memilih mendengarkan ceramah kebangsaan yang disampaikan oleh para tokoh tersebut.

Hanya saja ketika dalam praktiknya ternyata tidak sejalan dengan semangat yang digaungkan itu, ia pun mengaku pesimis dengan rencana besar mereka yang ingin mengganti Presiden di Pilpres 2019 mendatang.

“Saya enggak mempermasalahkan duitnya ada atau tidak, tapi mbok ya yang jujur. Masak mau ganti presiden tapi belum Pilpres udah permainkan rakyat dengan cara menjijikkan begini,” ujarnya.

“Lebih baik tidak usah diadakan dana akomodasi ketimbang ada tapi nyunat jatah orang. Malu ah,” tambahnya.

Diketahui, kegiatan sosialisasi empat pilar tersebut dihadiri oleh para tokoh nasional seperti Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GISS) Muhammad Gatot Saptono alias Al Khaththath, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana, Pengurus Partai Bulan Bintang (PBB) Abdul Chair Ramadhan, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera dan pengurus Persaudaraan Alumni 212 (PA212) Fikri Bareno.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Buya Hamka Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan digelar oleh kelompok yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Rakyat Jakarta(FKRJ) buah kerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI).