Idrus Marham Diduga Terlibat Korupsi, NATO Siap Sambangi KPK

Idrus Marham Diduga Terlibat Korupsi, NATO Siap Sambangi KPK

NUSANTARATIMES – Kelompok massa Nusantara Anti Korupsi (NATO) berencana akan turun jalan menggelar aksi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (31/7/2018).

Mereka mendesak agar lembaga anti rasuah mengagendakan kembali pemanggilan politisi Golkar yang juga Menteri Sosial Idrus Marham terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

“Rabu kita akan ke KPK, mendukung para penyidik untuk tidak takut di intervensi oleh partai penguasa. Kami minta KPK profesional dan tidak mengada-ngada lagi. Karena OTT KPK sudah jelas posisinya berada di kediaman Idrus Marham, susah di bantah sebenarnya oleh nalar pikiran,” tegas Koordinator aksi Nako Abil Latsal dalam pesan rilisnya, hari ini.

Menurut dia, Idrus yang pernah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited itu harus dicecar kembali lantaran beredar informasi jika KPK pernah ada pertemuan antara Idrus, Dirut PLN Sofyan Basir dengan politisi Golkar Eni dan salah satu pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo yang sudah terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, Eni diduga menerima uang sebesar Rp 4,8 miliar secara bertahap dari Johannes.

“Jangan biarkan uang rakyat dirampok oleh elit-elit busuk. Jangan sampai program nawacita Presiden Jokowi justru berdampak buruk bagi negara Indonesia,” ucap dia lagi.

“Nawacita jadi nawasengsara, ini revolusi mental apa? Bobrok gini mentalnya, jadi mental bandit kalau elit-elitnya garong duit rakyat,” jelasnya.

Oleh karena itu, Abil meminta agar praktik penegakan hukum di Indonesia haruslah adil dan tidak tebang pilih.

“Lihat apa yang tidak tebang pilih di negeri kita ini, lihat hukum yang kecil dikejar, yang gede mana mungkin. Kita apresiasi jika KPK berani tangkap aktor-aktor kuat yang bermain di kasus ini,” pungkasnya.