KPK dan Mabes Polri Diminta Audit Anggaran Bantuan OKP di Menpora RI

KPK dan Mabes Polri Diminta Audit Anggaran Bantuan OKP di Menpora RI

NUSANTARATIMES – KKPK dan Mabes Polri diminta melaku¬kan audit menyeluruh dan terbuka atas indikasi bocornya dana hibah kepemudaan dan dana hibah revitalisasi fasili-tasi sarana prasarana olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Ada laporan dari rekan-rekan organisasi kepemudaan, ada indikasi ban¬yak dana hibah kepemudaan dan revitalisasi sarana olahraga yang salah sasaran dan dicairkan hanya kepada organisasi yang dianggap dekat dengan petinggi di Kementerian,” ujar M. Nur fikri Ketua Umum Pengurus Pusat Jaringan Muda Indonesia (PP JMI).

Seharusnya dana bantuan kepemudaan, diberikan kepada organisasi kepemudaan nasional yang mempunyai struktural tingkat pusat hingga daerah. Kemudian mempunyai kelengkapan administrasi ses¬uai aturan yang berlaku.

Menurut Fikri, yang juga seorang advokat muda, semangat dana hibah untuk organisasi kepemudaan, ialah merupakan kepedulian pemerintah terhadap pemuda. Bilamana dana tersebut hanya dapat dirasakan atau dikuasai oleh sebagian kecil organisasi yang memiliki kedekatan tersendiri terhadap petinggi di tubuh kemenpora, ini bisa dan dapat dikatagorikan adanya indikasi tindak pidana korupsi.

“Khusus dana hibah kepemudaan, informasi yang kami dapat di lapangan, banyak anggaran yang diberikan ke¬pada ormas dan yayasan bahkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta organisasi kepemudaan tertentu yang dianggap dekat atau yang mempunyai akses dengan oknum petinggi di ke¬menterian ini. Ada juga informasi dana hibah kepemudaan digunakan oleh perangkat aparatur Kemenpora sendiri dengan alasan kegiatan Kepemudaan” ungkapnya.

“Belum lagi dana revitalisasi sarana dan prasarana olahraga di daerah-daerah yang salah sasaran dan terkesan asal-asalan. Ada juga indikasi pekerjaan fik¬tif. “Kalau laporan ini benar, berarti kemenegpora diduga melakukan pelanggaran dan penyalahgunaan kewenangan.

KPK dan Mabes Polri kami minta audit menyeluruh dana tersebut secepatnya.”
Jika hal ini tidak direspon positif oleh pihak Kemenpora sebagai bagian dari kritik posistif maka kami akan melakukan demontrasi simpati ke KPK dan Mabes Polri dalam waktu untuk segera memproses informasi ujarnya di sekretariat JMI Jakarta.