Ketua BRN; Terlalu Radikal Ancaman Geo-politik dan Geo-ekonomi Terhdap Kedaulatan Bangsa

Ketua BRN; Terlalu Radikal Ancaman Geo-politik dan Geo-ekonomi Terhdap Kedaulatan Bangsa

NUSANTARATIMES – Ketua Umum Badan Relawan Nusantara (BRN), Edysa Girsang
disela-sela pertemuan Rapat Akbar Bersama yang berlangsung pada tanggal 7-8 Agustus kemarin di Hotel Mega Proklamasi mengatakan bahwa,negara kita saat ini aangat berbahaya dengan tergerusnya nilai-nilai budaya dan persatuan.

Keadaan dan situasi ini tidaklah hanya sebatas wacana dimana hal ini telah menghantarkan krisis kewibawaan lembaga negara yang menghancurkan sendi-sendi persatuan nasional. Rasa “liberalistik” sangat mempertajam pertentangan tata kelola sistem yang bertujuan kepada kedaulatan rakyat Indonesia. Ujarnya

Dampak ini memunculkan probiematika yang kemudian dihadirkan dalam meluluhlantahkan persatuan nasional adalah dengan menciptakan suatu fragmentasi yang kasat mata,pembelahan yang kemudian memposisikan setiap orang di negeri ini terpaksa untuk memilih, mendukung atau menentang pemerintah yang berkuasa.Katanya

Untuk dapat keluar dari framing tersebut maka harus dibentuk sebuah tata kelola berpikir yang lebih obyektif sehingga kemudian setiap orang akan memiliki referensi dan panduan kebangsaan yang cukup baik dalam menyikapi kebijakan-kebijakan pemerintah.

Ancaman geo-politik dan geo-ekonomi terhdap kedaulatan bangsa hari ini menjadi masalah yang sangat serius. Tuturnya

Selain itu adapun hasil Rapat Akbar Bersatu sebagai berikut : Demi mewujudkan cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD 1945.

Jalan teguh mencapai cita-cita nasional tanpa penjajahan gaya baru dengan menempatkan Pancasila sebagai hirarki hukum.

Maka Kami Memaklumatkan:

– Meneguhkan kembali adat istiadat sebagai jati diri bangsa Indonesia.

– Penegakan supremasi hukum dengan menempatkan hukum sebagai panglima tanpa tebang pilih berdasarkan keadilan sosial

– Menolak Ekonomi Neoliberalisme dengan Membangun benteng ekonomi kerakyatan sebagai kekuatan ekonomi negara dengan cara menyatukan seluruh potensi ekonomi rakyat dan memberikan akses ekonomi seluas luas-nya kepada rakyat.

Membangun karakter bangsa melalui pendidikan yang mencerdaskan dan
membebaskan bangsa dari segala bentuk kebodohan.

-Membangun politik nasional yang bermartabat dengan menolak eksploitasi SARA sebagai komoditas politik.

Demikian maklumat rakyat ini untuk yang dapat dilaksanakan secara tegas oleh penyelenggara negara baik itu eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Jakarta, 08 Agustus 2018