Mahasiswa Labuhanbatu Jakarta, Menolak Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit

Mahasiswa Labuhanbatu Jakarta, Menolak Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit

218
Gambar (berdikarionline.com)

NUSANTARATIMES – Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah kejahatan kepada negara dan kemanusian, hal ini tentu harus dilawan serta diamputasikan dari sekarang.

Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Labuhanbatu (KMLB) Jakarta, Johannes Rajagukguk, mengatakan bahwa, dirinya akan melaporkan Bupati Labuhanbatu,Sumatera Utara, terkait dengan kinerja Bupati yang dinilai bobrok dan membuat masyarakat resah karena tidak pro rakyat kecil.

Kebobrokan ini terlihat dengan adanya izin yang diduga melanggar peraturan gubernur, sebagaimana pada kasus pendirian pabrik Kelapa Sawit oleh PT PPSP diduga kuat melanggar Kep Gubsu No188.44/594/KPTS/Tahun 2015 tentang Evaluasi Ranperda Kab Labuhanbatu tentang RTRW Labubanbatu tahun 2015-2035’.

Semua permasalahan yang ada di labuhanbatu terkhususnya pembangunan pabrik kelapa sawit, dirinya dengan tegas menolak pembangunan pabrik tersebut, walaupun sudah ada izin dari pihak terkait soal pembangunan pabrik tersebut. “Kami menolak.” Ujar Johannes saat di temui di Megaria bilangan Jakarta Pusat. Minggu, (18/02/18)

Johannes yang juga aktivis mahasiswa, berjanji akan melaporkan kasus tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta mendesak lembaga anti rasua itu untuk segera turun ke Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara dalam hal untuk membersihkan Kabupaten Labuhanbatu dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Karena bagi Johannes, praktek KKN tersebut yang diduga selama ini tumbuh subur di pemerintah daerah Labuhanbatu.

Johannes berharap agar Kabupaten Labuhanbatu kedepanya lebih baik dan jauh dari praktik-praktik jahat yang selama ini dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, Johannes menceritakan bahwa, bukan saja hanya kasus pembangunan pabrik kelapa sawit yang bermasalah tetapi, sebelumnya juga telah terjadi kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Labuhanbatu, Asrarul Hayat Nasution, kasus tersebut diduga melibatkan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap.

Diakhir obrolanya Johannes berjanji, akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas, untuk di ketahui, pembangunan pabrik tersebut sudah mendapatkan penolakan dari masyarakat setempat.(ntm)