Jokowi Ketemu Politisi Cantik PSI, Oposisi Cemburu

Jokowi Ketemu Politisi Cantik PSI, Oposisi Cemburu

Gambar (psi.id)

NUSANTARA TIMES Silaturahmi artinya tali persahabatan atau tali persaudaraan, sedangkan bersilaturahmi yaitu mengikat tali persahabatan. Jadi, untuk mengikat tali persahabatan itu kapan saja waktunya, dan tidak boleh diputuskan, harus dilanjutkan oleh anak dan keturunannya.

Kita pun sebagai umat Islam telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjaga hubungan silaturahmi (Q.S. An-Nisaa: 1).

Sebagai umat Islam, perintah Allah Shubhanallaahu wa Ta’la itu harus dipatuhi. Orang yang mematuhi perintah Allah Shubhanallaahu wa Ta’la itu adalah orang yang bertakwa.

Takwa artinya terpeliharanya sifat diri untuk tetap taat dan patuh melaksanakan perintah Allah Shubhanallaahu wa Ta’la serta menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Kini dapat kita mengerti, betapa pentingnya silaturahmi dalam Islam.

Namun herannya di indonesia ketika Presiden Joko Widodo menerima atau silaturahmi dengan Politisi Cantik dari PSI di Istana Negara kok, tetangga sebelah cemburu, yang cemburu adalah kelompok oposisi yang sebelumnya perna berjumpa dengan Presiden Jokowi. Herannn juga….

Orang ingin silaturahmi dengan Presiden masa di tolak kalau punya waktu, silaturahmi itukan jelas dalam islam. Soal apa yang di bahas itu kan hasil dari silaturahmi, mau bahas soal pemenangan pemilu atau apalah itu, urusan orang yang menjalankan ajaran Islam tentang silaturahmi.

Berikut celoteh kelompok oposisi yang cemburu……

PKS menilai langkah Jokowi menerima kunjungan politik seperti itu sebagai langkah yang tidak tepat. “Presiden offside. Tidak boleh menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politik praktis,” ungkap Wasekjen PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (2/3/2018).

Menurut Mardani, langkah Jokowi menerima PSI dan membahas soal strategi pemenangan pemilu sebagai kesalahan. Seharusnya itu dilakukan di luar Istana.

Catatan : Wasekjen PKS ini pada Hari – Senin (21/12/2015), sekitar pukul 16.48 WIB Ikut Pertemuan bersama petinggi PKS lainnya di Istana mereka jumpa Presiden TIDAK masalah, kenapa harus rebut??

Presiden Joko Widodo menerima PSI di Istana Negara dan membahas soal pemenangan Pemilu 2019. Partai Gerindra menyatakan tak seharusnya Jokowi sibuk soal urusan pemilu di jam kerjanya.

“Lah kok malah di Istana membahas tips pemenangan pilpres dengan partai pendukung,” ujar Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono kepada wartawan, Jumat (2/3/2018).

Catatan : Prabowo Ketemu Presiden Jokowi, TIDAK Masalah, sekarang PSI kok pada rebut salahkan Presiden??
Ternyata keributan tersebut bukan saja dating dari Pria – pria yang aktif di partai politik, tapi kecemburuan pun dating dari pengamat politik Fisipol UI.

Yang membuat heran adalah Ketika Presiden Ketemu Cewe cantik kok mereka cemburu. Padahal ini biasa saja, namanya juga kepala Negara, rakyat nya silaturahmi hal yang biasa, apalagi perempuan ya harus di terima koko pada cemburu. Berikut kecemburuan Pengamat Politik UI dengan alasan hukumnya…

“PSI menjadi partai baru yang mendukung deklarasi Jokowi sebagai capres, meski belum bisa memberikan dukungan legal formal ya karena aturan parliamentary threshold di 2014 kemarin ya.

Jadi itu bentuk dukungan moril kepada Jokowi sebagai capres, yang lain itu pertemuan dilakukan di jam kerja, agak disesalkan sebenarnya menerima PSI dalam konteks apa,” ujar dosen politik Fisipol UI, Cecep Hidayat, dalam perbincangan, Jumat (2/3/2018).

Cecep mempertanyakan kedatangan PSI di Istana Negara apakah sebagai tamu atau undangan di jam kerja. Dia mengatakan tidak elok ketika Jokowi menemui partai untuk membahas dukungan deklarasi kepada dirinya.

Catatan : “Hanya perjuanganlah yang menentukan. Lakukanlah sesuatu yang baik karena itu baik. Titik! Selebihnya bukan urusan kita!!!

Sumber : Dihimpun dari Berbagai Sumber