Jokowi Harus Bicara Strategi Dengan Relawan, Bukan Dengan PSI

Jokowi Harus Bicara Strategi Dengan Relawan, Bukan Dengan PSI

114
Gambar (psi.id)

NUSANTARA TIMES – Pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kemarin bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Pertemuan tersebut salah satu hal yang di bicarakan adalah membahas strategi memenangi Pemilu 2019 dan soal pertemuan itu pun sah – sah saja.

Namun hal yang menjadi masalah yaitu ketika Presiden Jokowi dan PSI bicarakan strategi pemenangan pemilu 2019 mendatang. Itu adalah hal yang fatal. Karena PSI belum punya sejarah dalam menangkan tokoh tertentu sampai menjadi pimpinan. Ujar Abdullah Kelrey, Ketua Komite Nasional Garda Nawacita, lewat pesan elektroniknya, Minggu (04/03).

Pak Jokowi punya rumah besar yang namanya Relawan, seharusnya kalau bicara strategi pemenangan pilpres 2019 dengan relawan. Karena kawan – kawan relawan sudah lama bareng Pak Jokowi, mulai dari Pak Jokowi calon Gubernur DKI Jakarta sampai Presiden, mereka (relawan) yang bangun strategi dan bekerja. Ujarnya lagi

“Kalau Pak Jokowi bicara strategi pemenangan pilpres 2019, sama relawan bukan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).”

Kelrey pun menegatakan bahwa, relawan punya sejarah, kalau PSI tidak punya, jadi relawan sangat berbeda jauh kualitasnya dengan PSI, partai itu masih baru dan isi nya anak – anak muda yang sedang belajar politik. Katanya

PSI belum punya sejarah apapun di politik indonesia, kalau PSI itu jago nya bermain – main lewat media sosial dan itu pun baru akhir – akhir ini.

Kelrey pun menghimbau kepada Relawan Jokowi dan Presiden Jokowi, “saatnya duduk bareng lalu bicara soal pemetaan dan pemenangan pemilihan 2019 mendatang.

Jangan seperti sekarang yang kerjaan nya berantam soal minta jatah Direktur dan jika Jokowi seperti saat ini pun, kita lihat Jokowi tidak meyakini kualitas kawan – kawan relawan dan seakan – akan kawan – kawan relawan di tinggalkan. Tutupnya.