Kompi Nkri Desak Bubarkan KSP

Kompi Nkri Desak Bubarkan KSP

NUSANTARATIMES – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Peduli NKRI (KOMPI NKRI) menggelar aksi demonstrasi di depan jl. LBH Ponerogo Cikini Jakarta Pusat. Senin, (12/03/2018).

Pendemo dalam tuntutannya mendesak presiden dan wakil presiden Jokowi-Jk untuk segera mencopot Jenderal TNI (purn) moeldoko dari jabatannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Karena dirinya melakukan pembiaran partai politik untuk menggunakan fasilitas negara untuk konsolidasi relawan jokowi pada pilpres 2019 nanti.

Selain itu, menurut presidium Nasional KOMPI NKRI Randi Ohoinaung melalui pernyataannya menyatakan pembiaran yang di lakukan oleh kepala staf kepresidenan RI Jenderal TNI (purn) Moeldoko tersebut telah melanggar sejumlah peraturan yang berlaku yakni UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta putusan mahkamah konstitusi nomor: 41/PUU-XIII/2014 tanggal 6 Juli 2015. Selain itu juga di jelaskan dalam Peraturan pemerintah (PP) nomor : 42 Tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik pegawai negeri sipil, Peraturan Pemerintah (PP) nomor : 14 Tahun 2009 pasal 1 angka 3 (KEPMENKEU : Nomor 225/MK/V/4/1971) tentang fasilitas negara yang di biayai APBN dan menabrak kode etik dalam istana negara.

“Pak presiden segera copot Jenderal TNI (purn) moeldoko dari jabatannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan, dan Segera memberi sanksi kepadanya. Bagi kami Pak Moeldoko jangan membuat kegaduhan politik pada rakyat, dengan mengizinkan partai politik menggunakan fasilitas negara dalam istana untuk kepentingan politik Jokowi di pilpres 2019 merupakan pelanggaran yang bertentangan dengan sebagaian konstitusi negara dan melanggar Kode Etik dalam istana” papar randi

“Istana itu rumah rakyat, bukan rumah politik dan konsolidasi kepentingan tertentu” sambungnya

Selain itu, senada di sampaikan koordinator II Kompi NKRI Ibrahim M. Fatsey saat berorasi menegaskan bahwa pemerintahan jokowi-jk segera menstabilkan ekonomi negara. Dengan impor beras dan garam yang tak senonoh, rakyat tani mengalami kesulitan dalam masa panennya yang akan berlansung sebentar lagi.

“Pemerintahan Jokowi-jk segera menstabilkan Ekonomi negara, impor beras dan garam justru menyengsarakan rakyat tani indonesia yang sebentar lagi melakukan panen raya. Kami mencurigai, jangan sampai adanya mafia pangan di balik semua ini untuk kepentintan tertentu” Pungkas ibrahim

Sebelumnya, aksi tersebut berlangsung memanas antara mahasiswa dan pihak kemanan yang mengawasi jalannya aksi demonstaras. Pasalnya menurut randi Ohoinaung melalui Pernyataannya kepada wartawan bahwa dirinya dan pihaknya melakukan aksi secara tertib dan damai. Namun pihak keamanan merasa tidak mengabil baik atas aksi yang di selenggaran oleh mereka.

“Kami tau batasannya, dan kami juga nggak mau anarkis. Tapi kenapa pihak kemanan mengambil kebijakan untuk membubarkan kami dengan tidak baik ?”. Tanya Ibrahim

Selain itu, ibrahim menyampaikan bahwa akan melakukan aksi lanjutan di depan istana negara dan kantor staf Kepresidenan (KSP). tutupnya