GN Penegak Pancasila Desak KPK Jemput Paksa Ketua DPR RI

GN Penegak Pancasila Desak KPK Jemput Paksa Ketua DPR RI

NUSANTARATIMES – Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah kejahatan terhadap negara dan bangsa.

Ketua DPR RI pernah dipanggil KPK pada 20 Desember 2017 lalu sebagai saksi untuk tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP-el, Anang Sugiana Sudiharjo.

Namun,mantan ketua Komisi III DPR itu tak bisa memenuhi panggilan penyidik KPK karena mengikuti kegiatan golkar.

Bamsoet juga menjadi salah satu anggota Fraksi Golkar yang masuk dalam Pansus Hak Angket terhadap KPK. Ide Pansus Hak Angket tersebut muncul dalam rapat kerja antara Komisi III DPR dan KPK. Saat itu, Bamsoet merupakan Ketua Komisi III DPR.

Untuk itu kami dari Kaukus Muda Islam Indonesia Timur mendesak Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) segera jemput paksa Bamsoet untuk di periksa agar kasus E – KTP segera selesai dan mendesak semua anggota DPR RI untuk mendorong KPK memeriksa Bamsoet jika DPR RI mendukung penegak hukum. Tukas Ketua Gerakan Nasionalisme Penegak Pancasila (GN – Penegak Pancasila) dalam siaran persnya Rabu, (14/03).

Kami ingatkan kepada Ketua DPR RI agar jangan banyak alasan untuk tidak hadir dalam panggilan KPK, jangan ulur – ulur waktu lalu melakukan lobi – lobi politik agar kasus nya di putihkan. Tukasnya lagi

Selain itu Kelrey juga berjanji akan turun aksi ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada hari Jumat pekan ini agar mendorong secepatnya proses Hukum yang melibatkan Ketua DPR RI. Tegas Kelrey

Diakhir siaran pers nya Kelrey mengatakan bahwa, tidak mungkin Bamsos tidak tahu atau terlibat karena Bamsoet adalah ketua komisi salah satu pimpinan di DPR waktu itu. Tutupnya