Berani Anggarkan Rp1 T untuk Pesantrean dan Masjid, Bukti Pasangan Hasanah Dekat...

Berani Anggarkan Rp1 T untuk Pesantrean dan Masjid, Bukti Pasangan Hasanah Dekat Islam

BOGOR, NusantaraTimes.com – Pertarungan Pilgub Jawa Barat 2018 memang sangat ketat, berbagai paslon saling unjuk gigi berbagai program yang mereka tawarkan ke masyarakat.

Namun tiga paslon yang ada, paslon nomor urut 2 yakni TB Hasanuddin dan Anton Charliyan dianggap paling dekat dan peduli terhadap nasib serta perkembangan pesantren. Dan salah satunya adalah adanya program Rp1 trilun per tahun untuk pengembangan sektor keagamaan itu.

“Kamu akan mengalokasikan dana Rp1 triliun per tahun unruk pesantren, masjid, ustadz, marbot dan beasiswa para santri,” kata Anton kepada wartawan, Jumat lalu.

Semangat peduli agama yang disampaikan oleh pasangan Hasan dan Anton Amanah (Amanah) tersebut juga disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadhi Wibhawa di acara Dialog Pondok Pesantren dengan tema “Dari Pesantren Untuk Jawa Barat Yang Berkualitas dan Amanah” di Ponpes Riyadul Muta’alamin, Desa Gintung Cilejet, Kec Parungpanjang, Kab Bogor, Jawa Barat, hari ini.

Ia menilai bahwa pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi penentu nasib Jawa Barat ke depan.

Salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah pasangan TB Hasanuddin dan Anton Charliyan. Salah satu barometer yang disampaikannya adalah kedekatan pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan tersebut dengan tokoh agama, ulama dan para santri.

“Ada salah satu program kandidat Jawa Barat yang peduli terhadap Pondok Pesantren yang diutamakan, ya melalui (pasangan) Hasanah. Insya Allah menjadi pemimpin yang Amanah ya pak Kiyai,” kata Egi dalam keterangannya, Senin (19/3/2018).

Dalam kesempatan itu, Egi juga menekankan bahwa isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ada di tubuh PDIP Perjuangan. Ia menyarankan agar hoax tersebut tidak perlu digubris. Apalagi faktanya partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri tersebut sangat dekat dengan ulama, santri bahkan pondok pesantren sekalipun.

“Ada yang bilang kader PDIP itu PKI, itu salah dan hoax ibu-ibu. Kita sama-sama luruskan pada kesempatan ini kita luruskan PDIP itu dekat dengan para Kiyai dan Islam,” tegasnya.

Kemudian dalam kesempatab tersebut juga, ia menegaskan jika pasangan TB Hasanuddin dan Anton Charliyan adalah pilihan terbaik untuk menempatkan posisi pemimpin yang tepat bagi Jawa Barat sendiri.

“Ingat ya ibu-ibu, PDIP itu pilih yang Amanah dan yang jelas program untuk Pesantren ya Pak Kiyai,” tuturnya.

Ada yang berupaya pecah belah bangsa dengan hoax

Dalam kesempatan yang sama, anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Parungpanjang KH Suminta mengingatkan bahwa saat ini banyak orang-orang yang mencoba memecah-belah persatuan dan kesatuan antar umat beragama dan antar bangsa sendiri, salah satunya adalah dengan penyebaran berita bohong alias hoax.

“Ada yang mau merusak negara kita dari agama-agama Islam yang saling bilang haram, kafir dan lain-lainnya, ada juga para kiyai saat ini tengah dilanda kecemasan diteror oleh berbagai pelaku katanya orang gila, ya para pak Kiyai kita harus hati-hati ya pak kiyai, katanya juga ada isu PKI dan lainnya ingat itu bohong atau hoax,” tuturnya.

Sementara itu, ia menyarankan agar masyarakat khususnya umat Islam mempercayakan penegakan hukum ke aparat kepolisian saja, sebagai pihak yang berwenang.

“Kita percaya saja sama aparat penegak hukum pak Polisi untuk bisa menangani itu ya pak kiyai,” tegasnya.