Pernyataan Prabowo Tidak Kesatria Seperti Statusnya

Pernyataan Prabowo Tidak Kesatria Seperti Statusnya

67
Prabowo Subianto ; Foto (Jawapos.com)

NUSANTARATIMES – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan adanya prediksi Indonesia bisa bubar di tahun 2030. Video potongan pidato itu kemudian diunggah oleh akun Facebook resmi Partai Gerindra.

“Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030,” tutur Prabowo di awal video tersebut seperti dilihat detikcom, Senin (19/3/2018). Sumber – detik com

Pernyaan tersebut di tanggapi Abdullah Kelrey, Gerakan Nasionalisme (GN Penegak Pancasila), ia mengatakan bahwa, apa yang di sampaikan oleh Prabowo Subianto adalah bahasa seorang pesimis, bukan seorang Kesatria yang Hebat atau mantan Jenderal yang Hebat. ujarnya, (Rabu/21/03)

Prabowo jangan menebar pesimis kepada anak masyarakat indonesia terutama anak muda. Bapak itu Mantan Jenderal seorang tentara Hebat yang kesatria. Tukas kelrey.

“Pernyataan Prabowo Tidak Kesatria Seperti Statusnya yang diemban selama ini.”

Lebih lanjut kelrey sangat menyayangkan, ia (kelrey) masa seorang mantan jenderal kok bicara begitu seperti orang pesimis, bukannya berikan motifasi seperti bung karno, ini malah sebaliknya.Kalau begini pernyataannya, bagaimana mau jadi Presiden Republik Indonesia? bisa fatal republik ini,bisa jadi seperti kasus di Timor – Timur, semua orang bapak bantai padahal mereka adalah warga negara indonesia.

Untuk di ketahui, “Jumlah korban tewas sulit diperkirakan secara tepat. CAVR (Commission for Reception, Truth and Reconciliation) melaporkan korban kematian terkait konflik setidaknya berjumlah 102.800 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 18.600 orang dibunuh atau hilang, dan sekiyar 84.000 orang meninggal karena kelaparan atau sakit parah. Angka-angka tersebut mewakili perkiraan minimum dari CAVR yang temuannya diklaim berbasis ilmiah.” Sumber – tirto id

Komisi kebenaran tersebut juga menyatakan pasukan Indonesia harus bertanggung jawab atas sekitar 70% dari pembunuhan dan kekerasan. Beberapa jenderal saat ini yang masih hidup disebut terlibat dalam pelanggaran HAM. Global Policy menyebut, Wiranto bertanggung jawab atas pelanggaran HAM berat yang terjadi di Timor Timur selama invasi Indonesia. Disusul dengan keterlibatan Prabowo Subianto yang mengkoordinasikan pembantaian di Kraras, desa terpencil di pegunungan Timor Timur yang kala itu berjuluk kampung janda karena hampir semua laki-laki dewasa dieksekusi mati.

Coba bapak sekali – sekali dalam pidato politik pakai bahasa Mantan Presiden Seokarno, “Beri Aku 10 Pemuda, Maka Akan Kuguncang Dunia!” (Soekarno) “Beri aku 1.000 orang tua,niscaya akan kucabut semeru dari akarnya.” Soekarno (Bung Karno). Kalau seperti Bung Karno enak di dengar gitu lho. Tutup Kelrey