Diaz Sebut Persatuan Jadi Modal Indonesia Tak Akan Bubar di 2030

Diaz Sebut Persatuan Jadi Modal Indonesia Tak Akan Bubar di 2030

36

NusantaraTimes.com – Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono memberikan semangat kepada para generasi muda untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu caranya adalah dengan kegiatan bersama yang positif.

“Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan majemuk dengan 714 etnis dan 1.100 bahasa. Oleh karena itu, kita harus senantiasa mengembangkan cara guna menjaga keberagaman ini,” kata Diaz dalam sambutannya di tengah-tengah kegiatan Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Variasi Formasi Tingkat SMP/SMA atau Sederajat untuk Wilayah Jabodetabek di SMA Sumbangsih, Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Kemudian Diaz juga mengatakan bahwa kegiatan peraturan baris berbaris tersebut bukan hanya sekedar koreografi semata, melainkan lebih dari itu yakni upaya meningkatkan kerjasama tim yang baik dan kekompakan yang tidak hanya bisa dinikmati oleh diri sendiri melainkan juga bisa dinikmati oleh orang lain.

“Kegiatan baris berbaris ini bukan sekedar keseragaman dalam berjalan bersama semata, namun ada makna yang lebih dalam. Hal ini harus dimaknai sebagai sebuah cara untuk meningkatkan kekompakan, kebersamaan atau ikatan kolektif sehingga persatuan terus terjaga,” ujarnya.

Gosip Indonesia bubar 2030

Selain itu, putra kandung dari mantan Kepala Intelijen Negera (BIN) AM Hendropriyono itu pun memberikan semangat kepada para generasi muda Indonesia agar tetap kenjaga optimisme dalam berbangsa dan bernegara, serta tidak terpengaruh dengan isu yang desdruktif.

“Saya harap kegiatan tersebut dapat memberikan pesan kepada kawan-kawan milenial lainnya di seluruh tanah air akan pentingnya kekompakan dan kebersamaan demi menjaga keutuhan bangsa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Diaz menekankan kepada generasi muda Indonesia tidak juga terpengaruh dengan ucapan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang yang menyebut Indonesia akan bubar pada tahun 2030 yang dikutip dari Novel fiksi berjudul “Ghost Feel” tidak akan terjadi.

Pun demikian, syarat mutlak yang harus dilakukan agar asumsi itu tidak terjadi adalah dengan tetap menjaga pondasi bangsa Indonesia yakni persatuan dan kesatuan antar sesama bangsa.

“Pesan kekompakan ini yang harus dijaga bersama untuk meyakinkan kita semua bahwa Indonesia tidak akan bubar sampai akhir dunia,” tegasnya. (ibn)