Pakar Komunikasi Untirta Ingatkan Masyarakat Tak Sebar Hoax

Pakar Komunikasi Untirta Ingatkan Masyarakat Tak Sebar Hoax

NusantaraTimes.com – Guru besar Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Prof Ahmad Sihabudin mengingatkan agar masyarakat tidak asal dalam memanfaatkan media daring. Ia manegaskan bahwa kebebasan ada batasnya, termasuk tidak menghina, merendahkan harkar martabat seseorang alias hatespeech dan berbicara tanpa data alias hoax, serta tidak boleh menghina SARA.

“Di Whatsapp dan media online lain bapak ibu bisa bebas ngomong apa aja. Dan ini adalah keterkaitan antara media daring dengan demokrasi,” kata Shihabudin.

“Namun selama jangan singgung SARA silahkan saja, kalau bicarakan kebijakan publik asal kita punya data dan fakta, kita cemooh undang-undang yang tidak sesuai itu masih sah-sah saja. Selama kita gak singgung atau menghina SARA, silahkan saja,” tambahnya.

Selain larangan membuat berita hoax, Shihabudin juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudaj percaya dan asal menyebarkan berita yang tidak jelas fakta dan datanya.

“Kegiatan manusia yan paling banyak diatur sebenarnya adalah komunikasi. Makanya dalam Al Quran juga sudah mengajak manusia untuk bertabayyun, jangan asal mengiyakan kabar yanh disebarkan sekalipun itu oleh doktor,” tutur Shihabudin.

Dalam memfilter berita apakah itu fakta atau hoax dan layak atau tidak untuk disebarkan, Prof Shihabudin memberikan beberapa tipsnya. Yakni mulai melihat siapa yang menyebarkan, media apa yang dipakai untuk menyajikan informasi dan lakukan konfirmasi kebenaran informasi tersebut.

“Lihat dulu siapa yang kirim informasi tersebut, kemudian lihat sumber beritanya kalau hanya blog jangan dipercaya. Makanya di akademik gak boleh kutip dari blog,” ujarnya.

Terakhir menurut Shihabudin salah satu cara agar hoax tidak mudah berkembang biar di kalangan masyarakat, pendidikan literasi menjadi persoalan yang sangat penting bagi masyarakat itu sendiri.

“Harus ada pendidikan literasi pada masyarakat dan ini bisa diambil teman-teman GRIB untuk membangun komunitas sendiri misalnya agar tidak mudah dipecah-belah, cari narasumber yang kompeten untuk memberikan penjelasan bagaimana agar masyarakat tidak mudah termakan hoax,” tutupnya.